Meneladani Sosok Prabowo Subianto dalam Rangka Pembentukan Kader Militan & Progresif dalam Membangun Bangsa yang Kokoh


“The only thing necessary for the triumph (of evil) is for good men to do nothing.”
– Edmund Burke

Kutipan dari politisi Inggris abad XVIII di atas bermakna “Jika orang baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.” Dan melalui kutipan tersebutlah, orang-orang yang terlibat dalam sejarah terbentuknya Partai Gerindra merasa terinspirasi dan kemudian menyetujui akan adanya sebuah partai baru yang memberikan haluan dan harapan baru. Tujuannya tidak lain agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memperhatikan kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan justru memaksakan demokrasi di tengah himpitan kemiskinan yang hanya berujung pada kekacauan. Kemudian tepat pada tanggal 6 Februari 2008 berdirilah Partai Gerindra.

Selanjutnya pada tanggal 7 Juli 2008 berdirilah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) yang merupakan organisasi pemuda Indonesia yang bertujuan untuk menyerap, menampung, dan menyalurkan aspirasi anak-anak muda di Indonesia agar dapat memberikan kontribusi pada nusa dan bangsa. Tidar percaya bahwa masa depan yang kokoh berawal dari generasi muda yang kokoh.

Dalam upaya membentuk generasi Tidar yang lebih baik ke depannya, maka Pengurus Daerah Tidar Jawa Barat bermaksud memfasilitasi calon anggota Tidar Jawa Barat dengan Program The Hero’s Journey yang bertujuan untuk meneladani sosok Prabowo Subianto dengan bekerja sama dengan Gibasa Consultant dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 29 April 2017 yang bertempat di Dodik Bela Negara, Lembang. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari 66 peserta yang terdiri dari 60 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Peserta tiba di tempat kegiatan secara bergelombang dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat serta beberapa perwakilan dari provinsi lain. 

“5 Cinta! Anak Muda! Semangat!”

“5 Cinta! Anak Muda! Semangat!”

“5 Cinta! Anak Muda! Semangat!”

Begitulah seruan peserta saat master game bertanya mengenai 3 kata yang dapat menggambarkan pemuda Tidar Jawa Barat. Kegiatan dimulai dengan proses unfreezing menggunakan metode ice breaking. Pada kegiatan ini para peserta diajak untuk memecahkan kekakuan sekaligus sesi adaptasi untuk bisa lebur ke dalam suasana kegiatan yang sebenarnya.

Kemudian dilanjutkan dengan materi sesi pertama yaitu Change Paradigm & 9 Keterampilan Soft Skill yang dikaitkan dengan kehidupan sosok Prabowo Subianto oleh narasumber Saeful Zaman, S.Psi., MM. Selain penyampaian materi, pada kegiatan ini juga dilakukan Personality Test yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kepribadian peserta dengan menggunakan alat tes DISC. Administrasi dan instruksi tes disampaikan oleh Yenny Priastuti, S.Psi dengan dibantu oleh para fasilitator, dimulai pada pukul 11.50 dan berakhir pada pukul 12.30.

Sebelum istirahat, dilakukan pembagian kelompok (grouping) melalui permainan yang kembali membangkitkan semangat peserta dengan keriuhan dan suasana ramai. Peserta dibagi ke dalam 6 kelompok. Kemudian kegiatan dilanjutkan ke sesi “Makan Siang Berdua”, dimana setiap peserta berpasangan 2 orang dengan teman sekelompok dengan salah satu dari pasangan tersebut ditutup mata, dan selama pasangan ditutup mata maka pasangannya bertugas melayani semua kebutuhan pasangannya. Kegiatan ini dilakukan bergantian oleh pasangan tersebut selama 10 menit yang kemudian makna dari kegiatan tersebut didiskusikan di masing-masing kelompok.

 

 

Selesai istirahat, setiap kelompok diminta untuk membuat identitas kelompok yang terdiri dari nama kelompok, tagline dan yell kelompok, serta logo kelompok yang digambar pada masing-masing bendera kelompok dengan ketentuan semua identitas kelompok harus berdasarkan hal-hal yang berkaitan dengan Tidar, dan para peserta terlihat semakin membaur pada saat mengerjakan tugas kelompok.

Kemudian kegiatan dilanjutkan pada sesi moving stage atau penanaman nilai. Peserta diberikan 2 jenis simulasi yaitu simulasi initiative problem solving, yaitu Time Tunnel dan simulasi Trust Games yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: Past The Person; Willow in The Wind; dan Trust Fall. Interaksi masing-masing kelompok mulai meningkat dari simulasi pertama dimulai seiring dengan meningkatnya keterlibatan semua anggota kelompok untuk ikut menyelesaikan tantangan yang disiapkan pada setiap simulasi.

Setelah itu, tiba saatnya seluruh peserta mengikuti Final Games dengan tema “Membangun Peradaban Indonesia Baru dengan Tidar Sebagai Penggeraknya”. Dalam simulasi Final Games semua kelompok mengerjakan misi secara bersama dan diakhiri dengan pemancangan bendera merah putih sebagai bukti keberhasilan menyelesaikan misi, akan tetapi setiap kelompok mendapatkan bagian tugas masing-masing yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebagai kontribusi terhadap pencapaian misi Final Games.

Dalam simulasi ini peserta terlihat semakin antusias. Peserta membangun miniatur 6 buah Rumah Tidar sebagai penggambaran keberadaan organisasi di kota/kabupaten di Jawa Barat. Rumah tersebut didirikan secara bahu membahu oleh seluruh anggota dan dihias dengan aneka ragam kreasi. Dengan media terbatas seperti koran, kertas krep, gunting, dan selotip, ternyata para anggota mampu menjadikan karya yang sangat kreatif.

Keberhasilan membangun 6 Rumah Tidar, diakhiri dengan pemancangan bendera Merah Putih di tengah-tengah ke-enam Rumah Tidar oleh Ketua Pengurus Daerah Tidar Jawa Barat, Husein Fadlulloh, B.Bus sambil menyanyikan lagu nasional “Bagimu Negeri” secara bersama-sama. Prosesi ini adalah bentuk simbolik bahwa Tidar siap menjadi penggerak bagi munculnya peradaban Indonesia yang lebih baik.

Selesainya puncak kegiatan dengan pemancangan bendera, dilanjutkan dengan sesi General Review yang dipandu oleh nara sumber Uray Andro Oktaviar, S.Psi., CH., CHt., CHRP. Di sesi ini diulas bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan dari pagi sampai sore hari merupakan aktivitas-aktivitas yang dapat diambil poin-poin pembelajarannya dan diinternalisasikan dalam kehidupan pribadi melalui metode “The Hero’s Journey” melalui tahapan “12 Langkah Perjalanan Pahlawan” yang saat itu juga dituliskan dalam work book yang telah disiapkan sebelumnya.

Kegiatan ditutup dengan simulasi kebersamaan, yaitu lap seat yang diikuti seluruh peserta dan panitia. Simulasi ini menandakan bahwa dengan bersama-sama, kita bisa melakukan perubahan yang masif ke arah yang lebih baik. Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti simulasi yang diberikan dan berpartisipasi secara aktif. Di samping kegiatan yang berlangsung dengan lancar, peserta juga mendapatkan insight dari kegiatan The Hero’s Journey ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan pribadi dan di organisasi Tidar Jawa Barat.

Testimoni dari Bpk. Viman Alfarizi Ramadhan selaku Bendahara Umum Pengurus Tidar Daerah Jawa Barat dan peserta dalam kegiatan The Hero’s Journey ini dapat dilihat pada link berikut http://gibasaconsultant.com/testimonials.