Positive Attitude and Self Resilience Improvement


“Menjadi pemain utama dalam industri peternakan di Indonesia dan Asia Afrika sejalan dengan usaha peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.”

PT. Medion

Ya, kalimat tersebut merupakan visi dari perusahaan besar yang bergerak di industri peternakan di Indonesia. PT Medion Farma Jaya, perusahaan ini didirikan di Bandung pada tahun 1969 dalam bentuk home industry dengan produk obat dan vitamin. Tahun 1990 PT Medion Farma Jaya mulai memproduksi vaksin dan pada tahun 1991 mulai memproduksi alat peternakan.

Dalam visinya disebutkan bahwa peranan PT Medion harapannya bisa sejalan dengan usaha peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat, artinya apa yang dilakukan perusahaan dengan menjadi pemain utama dalam industri peternakan akan memberikan andil terciptanya lapangan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat sejalan dengan usaha peningkatan kesejahteraan hidup. Tentunya cita-cita itu tidak akan tercapai tanpa usaha dari para SDM di PT Medion, termasuk staf Marketing.

Berdasarkan laporan di lapangan, karyawan staf Marketing di perusahaan ini diketahui banyak menghadapi persoalan-persoalan. Persoalan tersebut antara lain jumlah customer yang dihandle melebihi kapasitas yang seharusnya, permintaan barang yang cepat namun waktu dan tenaga mereka terbatas, permintaan vaksin ayam yang tidak sesuai dengan jadwalnya, miss communication dengan driver, dan juga jumlah pelanggan yang sangat beragam karakternya sehingga harus disikapi dengan beragam cara. Hal itu menyebabkan tingkat stres staf Marketing PT Medion meningkat serta kesulitan mengendalikan emosi.

PT. Medion

Menyadari adanya kemungkinan kurangnya kontrol emosi dan meningkatnya stres para karyawan, maka perusahaan menyelenggarakan sebuah in house training sebagai media percepatan pencapaian visi yang diharapkan. Kegiatan ini kemudian mengusung tema “Positive Attitude and Self Resilience Improvement” dan menggandeng vendor Gibasa Consultant sebagai fasilitatornya.

In house training yang dilakukan pada perusahaan PT Medion Farma Jaya ini terdiri dari 4 Batch yang terlaksana dari pekan pertama bulan September sampai pekan ketiga bulan Oktober tahun 2016. Training ini dilakukan pada staf marketing PT Medion Farma Jaya dari seluruh Indonesia dengan keseluruhan peserta berjumlah sekitar 170 orang. Tujuan dari dilaksanakannya training ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan pengendalian emosi karyawan, mengetahui penyebab emosi negatif yang muncul, mengubah emosi negatif menjadi hal yang positif, mengaplikasikan emosi yang sehat dalam bentuk komunikasi efektif, serta meningkatkan kinerja diri sendiri dan tim.

PT. Medion

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan perkenalan para trainer dan fasilitator. Setelah itu dilanjutkan dengan unfreezing. Unfreezing pada kegiatan ini menggunakan metode ice breaking yang dilakukan dengan cara membuat lingkaran di tengah ruangan lalu saling menanyakan kabar teman sampingnya dengan cara menepuk pundak lawan bicaranya tersebut. Setiap peserta semakin terlihat membaur pada saat ice breaking dilakukan. Dalam kegiatan ini peserta diharapkan memiliki pandangan yang sama untuk bisa menerima materi dan menguasai pelatihan-pelatihan yang akan diberikan.

Selanjutnya dilakukan pembagian kelompok dengan menggunakan metode instant grouping dengan cara setiap peserta berhitung dari 1-5 hingga semua peserta telah menyebutkan nomornya masing-masing, lalu setiap peserta bergabung dengan peserta yang memiliki nomor yang sama sehingga terbentuk 5 kelompok. Setelah setiap peserta bergabung dengan kelompoknya masing-masing, dilanjutkan dengan moving stage atau penanaman nilai. Secara berkelompok, peserta mulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh trainer. Tugasnya adalah berdiskusi dan merumuskan harapan setelah dilakukannya training dan memvisualisasikannya dalam bentuk objek, yang kemudian dipresentasikan.

PT. Medion

Peserta diberikan materi yang terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama diisi dengan materi Positive Attitude & Self Resilience Improvement oleh Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., Ph.D. yang di dalamnya membahas tentang emosi dasar manusia, yang terdiri dari takut, marah, sedih, bahagia, jijik, dan terkejut. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai macam stres dan gejala-gejala yang timbul ketika stres. Stres sendiri terbagi menjadi dua bentuk, yaitu eustress yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif, dan distress yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif. Setelah penjelasan mengenai stres, Kang Aul —sapaan akrab bagi pemateri— menjelaskan mengenai manajemen stres. Materi manajemen stres sendiri berisikan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh staf marketing untuk mengendalikan tingkat stresnya. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam manajemen stres adalah menghilangkan stressor, kemudian menghindari sumber stres, mengubah persepsi terhadap sumber stres, mengendalikan konsekuensi dari stres, dan menerima dukungan sosial. Para peserta cukup antusias untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri maupun berbagi pengalaman.

Setelah itu, para peserta diberikan angket tentang Expressivity untuk mengukur tingkat ekspresivitas dari pada peserta yang kemudian diskor dan dipaparkan penjelasannya sesuai skor. Pada sesi motivasi, peserta diperlihatkan video mengenai Bill Porter, yaitu seorang pengidap Cerebral Palsy yang sukses menjadi salesman di perusahannya di California berkat kesabaran dan kegigihan dalam bekerja meskipun dirinya memiliki keterbatasan. Pada akhir materi, Kang Aul memberikan pelatihan mengenai relaksasi yang dapat dilakukan oleh para peserta jika mereka berada dalam kondisi stres, yaitu respiratory relaxation dan progressive muscle relaxation.

“SENJATA TERBAIK MENGATASI STRESS ADALAH KEMAMPUAN UNTUK MENGENALI DIRI” 

(Iskandarsyah, 2016)

img_3186

Pada sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Saeful Zaman, S.Psi., M. M mengenai “Self Management & Johari Windows”. Pada materi ini Kang Saeful membawa peserta untuk melihat bagaimana paradigma dan pandangan mereka dalam menghadapi situasi. Pematerian ini juga membuat peserta melakukan berbagai simulasi diantaranya dengan memberikan Johari Windows kepada para peserta. Pada materi ini, peserta diminta membentuk kelompok baru berdasarkan wilayah pekerjaan sehingga setiap peserta dapat mempresentasikan hasil evaluasi dirinya kepada rekan kerja satu wilayah dan juga mendapatkan umpan balik dari rekan-rekan kerjanya. Dengan begitu, harapannya setiap peserta dapat mengenali diri, meningkatkan kinerja pribadi, dan juga kinerja kelompok. Kang Saeful juga memperlihatkan video mengenai hebatnya menolong, bahwa bagaimana menolong itu dapat “menular” dan memberikan efek positif bagi penolong maupun yang ditolong.

Kegiatan ini ditutup dengan pembuatan komitmen yang dibuat dan dirumuskan oleh peserta berdasarkan wilayahnya masing-masing. Komitmen ini dituangkan dalam kanvas dan ditandatangani oleh setiap anggota pada wilayah masing-masing. Setelah itu tiap wilayah mempresentasikan komitmen yang sudah dibuat dengan antusias, terlihat dari gayanya masing-masing dalam menyampaikan dan hasil komitmen yang positif yang akan mereka jalani untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Kemudian acara ditutup dengan permainan lap  seat yang diikuti oleh seluruh peserta laki-laki. Peserta mengakhiri kegiatan dengan kondisi yang masih semangat dan tampak puas dengan training ini. Begitupun Bapak Peter sebagai salah satu pimpinan di PT Medion yang menyatakan terima kasih dan rasa puasnya terhadap training yang telah diberikan oleh Gibasa Consultant.

Author: Annisa, Vini, dkk.