Parenting: Reducing Work-Family Conflict


“Raising kids is one of the toughest and most fulfilling jobs in the world. And it gets harder when you are a working parent.”
― Pearson Schools

Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak. Dan benar, membesarkan anak merupakan pekerjaan terberat dan harus dipenuhi di dunia ini. Terlebih jika orang tua juga merangkap peran sebagai pekerja. Karena di samping mereka dituntut untuk mampu menciptakan lingkungan keluarga positif yang dapat membantu serta mendukung perkembangan anak, baik perkembangan fisik, perkembangan emosi, sosial, hingga perkembangan moral, mereka juga harus tetap dapat menunjukkan kinerja yang baik dalam perannya sebagai pekerja.

Pada kenyataannya, saat ini banyak orang tua yang bekerja yang merasa kesulitan untuk menyelaraskan kedua peran yaitu sebagai orang tua sekaligus pekerja. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya konflik pada orang tua atau dalam kata lain istilahnya adalah work-family conflict.

Di samping kedua peran itu, individu juga harus dapat menyeimbangkan aspek-aspek lainnya dalam kehidupan seperti kesehatan, pertemanan/sosial, dan spiritual. Keseimbangan dan kesamaan proporsi dalam segala aspek kehidupan tersebut disebut work-life balance.

Berdasarkan fenomena itulah Gibasa Consultant menyelenggarakan public event yaitu Parenting Workshop: Reducing Work-Family Conflict dengan tema “Be A Great Parent and A Great Worker with The Great Ways” yang di dalamnya membahas bagaimana cara untuk mengurangi terjadinya work-family conflict dengan sasaran utama pesertanya adalah orang tua yang bekerja. Namun dalam pelaksanaannya, banyak juga para psikolog dan praktisi sekolah anak usia dini yang juga hadir sebagai peserta.

Parenting workshop ini dilaksanakan pada tanggal 8 April 2017. Acara dimulai pada pukul 08.15 WIB oleh Aditya Aksani Takwim, S.Psi yang berperan sebagai MC dalam acara ini. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan yaitu Muhammad Nuzul Ramadiansyah dan dilanjutkan oleh CEO Gibasa Consultant, Saeful Zaman, S.Psi., MM. sekaligus membuka acara parenting workshop ini.

“Do not mix your professional and family life. Keep the atmosphere at home light and pleasant.”
― Pearson Schools

Dalam pembukaannya, CEO Gibasa Consultant menjelaskan latar belakang kegiatan ini diselenggarakan. Sebagai lembaga yang memiliki 4 core value yang salah satunya adalah berkontribusi bagi bangsa, maka Gibasa Consultant bermaksud mengedukasi masyarakat mengenai fenomena konflik yang terjadi antara kepentingan pekerjaan di satu sisi dan kewajiban mendidik anak di sisi lain yang menjadi PR besar bagi orang tua yang keduanya bekerja untuk menyeimbangkan kedua peran tersebut dengan efektif.

Workshop ini terdiri dari 3 sesi yang berlangsung dari pagi sampai sore hari. Sesi pertama diisi dengan materi “Creating Work-Life Balance” yang dibawakan oleh Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., Ph.D. Kang Aul—panggilan akrab pemateri 1—membuka sesi 1 ini dengan bertanya pada peserta mengenai harapan-harapannya setelah mengikuti workshop dan para peserta pun menyampaikan setiap harapannya dengan beragam. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai work-life balance, fakta-fakta yang terjadi berkenaan dengan pekerjaan dan kehidupan berkeluarga, bagaimana cara mengenali tempat kerja, mengidenfitifikasi sumber daya untuk menjalankan peran, sampai pada tips untuk menciptakan work-life balance.

 

 

 

“Banyak sekolah formal untuk menjadi pegawai yang baik, tapi sekolah formal menjadi orang tua dan suami/istri yang baik tidak ada.”
― Iskandarsyah, 2017

Sesi pertama ditutup dengan photo session bersama dengan Kang Aul. Para peserta terlihat begitu antusias selama sesi 1 berlangsung.

Sesi kedua diisi dengan materi “How to be A Reliable Career Planner And A Prospective Parenting Initiatoryang dibawakan oleh Endang Sokawati, Psikolog. Pada sesi ini, Bu Endang memaparkan alasan mengapa seorang ibu memilih untuk bekerja, perencanaan karir ibu yang bekerja, dan menjelaskan work-family conflict dari sudut pandang pekerja dan HRD beserta perspektifnya melihat profesi ibu karir.

Pada sesi kedua ini Bu Endang lebih banyak menceritakan pengalaman-pengalaman nyata yang terjadi pada ibu karir di ruang lingkup industri. Sehingga pada saat sesi tanya jawab pun terdapat beberapa peserta yang tak hanya bertanya namun juga ada yang sharing pengalamannya sebagai ibu sekaligus pekerja. 

Kemudian dilanjutkan dengan sesi ketiga, sesi ini diisi oleh Aundriani Libertina, M.Psi dengan materi “Practical Guidance for Working Parents”. Di awal pematerian, Teh Aund—panggilan akrabnya—meminta peserta untuk mengisi form evaluasi untuk orang tua yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang membahas siapa yang bekerja, waktu yang diperlukan untuk bersama keluarga, dan bentuk penyelesaian masalah yang terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara meminimalisir work-family conflict agar kedua peran bisa berjalan dengan seimbang serta pengasuhan yang tepat bagi orang tua  bekerja yang  waktu untuk berinteraksi dengan anaknya terbatas.

Pada sesi ini Teh Aund juga banyak menunjukkan berbagai tayangan yang berkaitan dengan pola asuh, sekolah yang baik untuk anak, dan lain-lain. Para peserta begitu semangat terlihat dari raut wajah yang antusias dan anggukan tegas ketika Teh Aund memaparkan materi di depan. Parenting workshop ini diakhiri Teh Aund dengan membacakan surat dari ayah dan bunda. Suasana pada akhir sesi ini begitu mengharukan. 

Sebelum peserta meninggalkan tempat, MC meminta seluruh peserta untuk mengisi angket kepuasan kegiatan. Peserta mengungkapkan bahwa mereka puas akan kegiatan ini. Mereka merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan kegiatan dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Kemudian berikut juga merupakan testimoni dari Ibu Susanti Agustina, M.I.Kom. sebagai salah satu peserta parenting workshop ini.